Kekerasan Terhadap Perempuan di Kabupaten Bogor Capai 95 Kasus, Ruang Aman Berlindung Kian Terkikis

Komnas Perempuan terkait kasus kekerasan yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bogor. Foto : Nathan

Penulis : Erwin Nathan Gunawan

BOGOR - Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bogor semakin hari kian memprihatinkan, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bongkar faktanya.

Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang mengatakan bahwa berdasarkan data di 2024, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah kasus yang cukup signifikan. 

"Data pengaduan langsung ke Komnas Perempuan di wilayah Kota Bogor mencapai 37 kasus, dan Kabupaten Bogor 95 kasus yang didominasi ranah personal," ujar Veryanto Sitohang kepada wartawan, Senin, 9 Desember 2024.

Bogor yang masuk ke dalam bagian Provinsi di Jawa Barat, saat ini pada 2024 Komnas Perempuan mencatat Provinsi tersebut memiliki jumlah kekerasan tertinggi dengan 51.866 kasus.

Lalu disusul Jawa Tengah dengan 43.280 kasus, Jawa Timur 43.133 kasus, Jakarta 14.219 kasus, dan Sumatera Utara 14.064 kasus.

Adapun, korbannya didominasi oleh seorang istri dengan 50.603 kasus, pacar 21.256 kasus, dan seorang anak perempuan dengan 13.599 kasus.

"Temuan kami di Garut adanya perkawinan dini yang menyebabkan tingginya angka ini, ada juga perempuan disabilitas yang paling rentan terkena kekerasan karena dia tidak bisa banyak berbuat apa-apa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Veryanto berharap dengan banyaknya media massa pada saat ini bisa membantu melaporkan segala bentuk kekerasan yang terjadi pada perempuan.

"Ada empat isu yang terjadi saat ini di Indonesia seperti femisida, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, dan kekerasan siber. Jika kasus-kasus ini dianggap remeh, maka tidak akan ada efek jera bagi pelaku," pungkasnya.

Postingan populer dari blog ini

Potret Terbaru Mall Plaza Jambu Dua Bogor Usai Renovasi, Makin Kece dan Megah

Pasar Merdeka Kebon Jahe, Surganya Barang Onderdil Mobil dan Motor di Bogor

Usai Bertahun-tahun Mandek Skripsi, Sosok Wartawan di Bogor Ini Akhirnya Bakal Sanding Gelar Sarjana